10 tahun berlalu…
Pagi ini, di sebuah flat sederhana di tengah kota yang damai, jauh dari kota kelahiranku. Aku duduk di samping jendela berbingkai putih berhiaskan bunga mawar merah, ditemani secangkir teh hangat dan roti coklat kesukaanku. Menikmati sinar matahari yang begitu menghangatkan, sejenak membuatku kembali mengingat masa lalu. Kupenjamkan mataku pelan, memori masa lalu kembali terlihat jelas. Membuatku lupa sejenak akan kegiatanku hari ini. Saat itu,ketika aku duduk di bangku SMA.
September 2011…
Namaku Yuli, kini aku duduk di bangku SMA tingkat 2. Di usiaku saat ini, aku sangat senang memiliki banyak aktifitas. Jadi, jangan heran kalau aku mengikuti banyak ekstrakulikuler di sekolah. Aku ikut OSIS, Perhimpunan Pelajar Debat, Rohis, dan masih banyak lagi. Tidak sulit bagiku mengikuti semua kegiatan di sekolah, terlebih aku termasuk anak yang supel, ceria, dan tidak bisa diam. Kalau dikatakan dalam bahasa psikologi, aku termasuk ke dalam lingkaran orang-orang sanguinis. Jujur, aku lebih senang bermain daripada belajar. Jangan liat sisi negatifnya, karena ada banyak sisi positif yang bisa aku ambil.
Tingkat 2, jaman sibuk-sibuknya pelajar SMA. Aku setuju. Karena saat ini aku disibukkan dengan kegiatan-kegiatan ekskul yang sangat banyak. Terlebih, masa kelas 2 adalah masa kita memegang tanggung jawab mengurus organisasi. Mengurus acara, perizinan, publikasi. Rapat dimana-mana, Jarkom yang setiap hari selalu ada. Tapi, aku senang dan sangat menikmati. Karena aku tau, inilah passionku.
Suatu hari, aku sedang mengikuti seleksi pemilihan calon ketua salah satu ekstrakulikuler yang aku ikuti dan di saat yang bersamaan sedang ada kegiatan Rohis untuk menyambut siswa-siswi baru dan aku salah satu panitia. Jadi, ya aku harus bolak-balik antara kegiatan dan pemilihan. Saking pusingnya, karena banyak hal yang harus dipikirkan. Aku memilih untuk beristirahat sebentar. Duduk di samping tangga dekat koridor. Tempat itu sepi, tempat yang tepat untuk menenangkan pikiran.
Namun, siapa sangka. Beberapa saat kemudian muncul seseorang dari belokan di ujung koridor. Aku mengetahuinya, dia ketua pelaksana kegiatan itu. Karena kaget, dengan gagap aku menyapanya. Diapun membalas sapaanku dengan senyuman. Senyuman yang begitu hangat. Terjadi sesuatu yang aneh barusan. Mataku tak ingin melepaskan pandangan darinya, mengikuti kemana ia berlalu. Diapun menghilang di ujung belokan. Sejenak, aku terlupakan dengan apa yang sedang aku lakukan hari ini. Tak pernah kusangka sebelumnya, ada apa ini ? Senyum-senyum kecil tak henti-hentinya menghiasi wajahku hari ini. Hari yang indah. Terimakasih tuhan.
Keesokkan harinya…
Hari ini, sekolah seperti biasa. Kelasku berada di lantai tiga. Olahraga kecil di pagi hari, bolehlah. Oh iya, ini kelas baruku karena baru naik tingkat. Jadi dari tingkat 1 ke tingkat 2 kelasnya diacak. Hanya beberapa yang aku kenal di kelas baruku ini, berharap aku termasuk orang yang beruntung ada di keluarga kecil baruku ini.
Dalam beberapa menit, aku sudah tiba di depan kelas. Saat aku masuk, aku tertegun. Pandangan mataku terarah pada seseorang yang duduk di bangku paling ujung barisan kedua. Dia, dia yang kemarin membuat hariku berbeda. Ya tuhan, kejutan apalagi kali ini? Betapa aku baru menyadarinya, kami duduk di kelas yang sama….
Yang awalnya hanya tahu, lama-lama aku mulai mengenalnya :)
to be continue…